Unduh Adobe Flash player

Showing posts with label Poems. Show all posts
Showing posts with label Poems. Show all posts

Prayer of Ummu Al-Khair Rabi'ah binti Ismail Al-Adawiah

Aku mencintai-Mu dengan dua cinta,
Cinta karena rinduku dan cinta karena diri-Mu
Cinta karena diriku, adalah keadaanku yg senantiasa mengingat-Mu
Cinta karena diri-Mu, adalah keadaan-Mu mengungkapkan Tabir hingga Engkau kulihat.
Baik untuk ini, maupun untuk itu, pujian bukanlah untukku, bagi-Mu lah pujian untuk semuanya...

  • Cinta adalah cenderung/berpaling hati...
  • Cinta adalah mengutamakan yg dicintai...
  • Cinta adalah kelezatan pada makhluk dan menghanyutkan diri pada Sang Khaliq...

"Barangsiapa mencintai Allah, maka ia akan memperoleh kehidupan yang nikmat, barangsiapa mencintai Allah maka dia tidak akan terlepas dari, memperoleh kehidupan (dari-Nya)"

"Cinta adalah ungkapan rasa rindu, penuturan dari perasaan.
Barangsiapa merasakannya, ia akan mengenal, barangsiapa yg menuturkan, ia sendiri tak terditeksi (lenyap), karena telah menyatu dengan yg dicintai".


Wahai Tuhanku tenggelamkanlah daku dlm mencintai-Mu, sehingga tidaklah aku tidak lagi membimbangkan-Mu Ya Allah.
Bintang di langit telah gemerlapan, mata telah bertiduran, pintu-pintu istana telah terkunci dan tiap pencinta telah menyendiri dgn yg dicintainya, inilah aku berada di hadirat-Mu.


Ya Allah, malam telah berlalu dan siang segera menampakkan diri, aku gelisah, apakah amalanku Engkau terima hingga aku merasa bahagia, ataukah Engkau tolak sehingga aku merasa sedih.
Demi
ke-Maha Kuasaan-Mu, inilah yg akan kulakukan selama Engkau beri daku hidup.
Sekiranya jika
Engkau usir daku dari depan pintu-Mu aku tak akan pergi karena cinta pada-Mu telah memenuhi hatiku.
Kujadikan Engkau teman bercakap dalam hatiku...
Tubuh kasarku biar bercakap dgn yg duduk...
Jisimku biar bercengkerama dgn Taulanku...
Isi hatiku, hanya tetap Engkau sendiri...
Buah hatiku, hanyalah Engkau yg kukasihi...
Beri ampunlah pembuat dosa yg datang kehadirat-Mu Engkaulah harapanku, kebahagiaan dan kesenanganku.
Hatiku telah enggan mencintai selain dari diri-Mu...


 

  1. Allah Ridlo kpd mereka dan merekapun Ridlo kepada-Nya  (QS. 5 :119).
  2. Allah akan mendatangkan suatu ummat yg dicintai-Nya dan yg mencitai-Nya  (QS. 5 : 54).
  3. Jika kamu cinta pada Tuhan, maka turutlah Aku dan Allah akan mencintaimu  (QS. 3 : 31).
  4. Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dgn perbuatan-perbuatan hingga Aku cinta padanya, orang yg Ku cintai menjadi telinga, mata dan tangan-Ku  (al-Hadist).

Syair Imam Husein bin Fatimah Azzahra binti Rasulullah SAW.

Jika Dunia dianggap berharga, maka pahala Allah lebih mahal dan lebih mulia.

Jika badan diciptakan untuk menemui kematian, maka membunuh orang karena Allah dengan pedang lebih utama.

Jika rezeki itu adalah bagian yg sudah ditentukan, maka sedikitnya ketamakan manusia dlm berusaha adalah lebih bagus.

Jika harta itu dikumpulkan untuk ditinggalkan, maka kenapa manusia kikir dengan apa yang ditinggalkan?”

Jika Engkau mengalami kesulitan hidup jangan condong kepada manusia, dan jangan meminta selain kepada Allah yg menolong dan mengetahui yg sebenarnya.

Jika engkau hidup dan telah berkeliling dari barat sampai ke timur tak akan kau temui seorang pun yg sanggup membahagiakan atau menyengsarakan…

"al-hubbu"

Ya Aziz..........
Jika Cinta Adalah Ketertawanan
Tawanlah Aku Dengan Cinta Kepada-Mu
Agar Tidak Ada Lagi Yang Dapat
Menawanku Selain Engkau

Ya Rohim..........
Jika Cinta Adalah Pengorbanan
Tumbuhkan Niat Dari Semua Pengorbananku
Semata-mata Tulus Untuk-Mu
Agar Aku Ikhlas Menerima Apapun Keputusan-Mu

Ya Robbii..........
Jika Rindu Adalah Rasa Sakit
Yang Tidak Menemukan Muaranya
Penuhilah Rasa Sakitku
Dengan Rindu Kepada-Mu
Dan Jadikan Kematianku Sebagai
Muara Pertemuanku Dengan-Mu


Ya Robbi..........
Jika Sayang Adalah Sesuatu Yang Mempesona
Ikatlah Aku Dengan Pesona-Mu
Agar Damai Senantiasa Kurasakan
Saat Terucap Syukurku Atas Nikmat Dari-Mu


Ya Alloh..........
Jika Kasih adalah Kebahagiaan
Yang Tiada Bertepi
Tumbuhkan Kebahagiaan Dalam Hidupku
Di saat Kupersembahkan Sesuatu Untuk-Mu


Ya Alloh..........
Hatiku Hanya Cukup Untuk Satu Cinta
Jika Aku Tak Dapat Mengisinya Dengan Cinta Kepada-Mu
Kemanakah Wajahku Hendak Kusembunyikan Dari-Mu


Ya Rahman.........
Dunia Yg Engkau Bentangkan Begitu Luas
Bagai Belantara Yg Tak Dapat Kutembus
Di Malam Yang Gelap Gulita
Agar Tidak Tersesat Dalam Menapakinya


Ya Rohim…….
Berikan Alas Kaki Buat Hamba Agar Jalan Yg Kutapaki Terasa Nikmat
Meski Penuh Dengan Bebatuan Runcing & Duri Yang Tajam
Hamba Sadar Semua Ini Milikmu Dan Suatu Saat
Jika Kau Kehendaki Semuanya Akan Kembali Jua Kepada-Mu
Hamba pasrahkan kehidupan hamba kepada-Mu.

Hanyut Dalam Dosa

Aku adalah jiwa yang terlupa,
Lupa pada diriku sendiri dan diri-Nya,
Dunia semu tlah kureguk sudah,
Seiring waktu yang terus menggoda ku,
Hingga aku terbuai masa,
Masa dimana aku harus menyadari kehidupan akhir
Akhir dari segala-galanya


Sementara tinta hitam terus kugores
Mengukir kejalan kehidupanku yang dulu masih putih
Secuil penyesali diri bercampur malu masih tertinggal
Walaupun rasa penyesalan itu sendiri datang


Seiring ajal yang mendekat
Inginku tangis jiwa ku…..
Tapi aku hanya sebentuk jasad
Tak mungkin ada air mata karena jiwa ku tlah nista


Hhhh……

Akankah ada ampunan yang diberikan oleh-Nya
Sedangkan dosa jiwaku seluas lautan
Mungkinkah terampuni
Aku pun terus mengharap belas kasih-Nya
Meskipun siksa pedih akan kuterima

WAJAH - WAJAH PENUH CAHAYA

Kala bukan gelap pada cahaya menyapa tetabuhan yang tengah menari, didendangkannya sebuah lagu cinta untuk Sang Peri, apakah purnama telah bercinta dengan gerhana?
ketika keajaiban.
Karena sayap - sayap kecil itu tak mampu beranjak dari pandangan hatiku, ketika aku terlelap dan bangun setelahnya, ketika nafas - nafas memburu, saat detik berubah menjadi seribu langkah waktu, hanya satu lagu pada hiruk - pikuk melodi, lentik jemari mengayuh rendah jendela hati, mengetuk lirih pintu - pintu berseru tentang suara, tunduk pada satu lantang seruan, memanggil sang penguasa hatiku, seperti tak mengenal pemutar waktu telah lelah mengelilingi lingkaran hari, mungkin tak dikenali, karena wajah - wajah penuh cahaya menutupi pandangan mentari.


ketika peri itu datang padaku...




Alunan nada kerinduan begitu syahdu terdengar di telinga, seiring dengan semakin jauhnya aku berjalan menembus gelapnya malam.
Tertatih ku coba melangkah menjauh dari keramaian yang membuatku terbuai pada impian yang tak juga kunjung hadir.
Sayup-sayup masih ku dengar alunan nada itu, terkadang memaksaku untuk kembali menengok ke belakang, sehingga langkahku pun kembali tertahan untuk yang ke sekian kalinya, sembari menyeka keringat dari wajah dekil berbalut debu yang semakin menebal, menerawang mata ini, mengingat semua percakapan yang pernah kita lakukan, berbual dalam mimpi, sampai terciptanya puluhan puisi yang terkadang membuat kita lupa bahwa ini hanyalah sekedar mimpi-mimpi yang membuai hidup kita sendiri,

Adalah hidup yang membuat kita tau artinya luka...

Sudah sekian lama ku tinggalkan keramaian dunia maya, menciptakan kerinduan tersendiri, memaksa aku untuk mengingat dan menerawang bahwa di seberang dunia sana, melewati kabel-kabel yang mentransmisikan sinyal-sinyal digital, dari seberang layar monitor nun jauh di sana, di seberang jauh dari balik layar monitor komputerku yang dahulu bisa menciptakan suatu perasaan tertentu dalam dimensi tersendiri di kala aku menemukan deretan kata-kata yang terbaca dari layar monitorku sendiri, juga deretan kata yang aku ketikan untuk membalas deretan kata yang barusan saja aku baca yang mungkin terketikkan dari balik layar montor di ujung kabel sebelah sana.Keadaan sekarang sudah sangat jauh berbeda dari keadaan di mana kita dahulu pernah bersama dalam berbalas kata, bersenandung dalam kebahagiaan semu yang di ciptakan oleh waktu yang terus menggulung yang bahkan terkadang tidak peduli siapa dan dengan siapa kita berinteraksi, menyatu dalam kesombongan tertentu, berkalaborasi sehingga menciptakan alunan nada kecongkakan tersendiri, tapi semua itu kita nikmati, walau terkadang atau bahkan dengan teramat seringnya, simfoni itu teriringi dengan pedihnya hati, dan selalu berakhir dengan kata “
entahlah”.
Dan dalam perjalanan pertapaanku kali ini, aku terkadang menemukan berbagai macam cerita yang mengalir dari para tetua, tentang cinta, juga tentang dendam yang tak ada kunjung habisnya. Dari beberapa buku yang aku temukan tercecer, tersobek dan tercabik pada luka yang tak ada habisnya, aku mulai mengerti bahwa apa yang selama ini aku anggap salahpun ternyata mulai menunjukkan kebenarannya, pencerahan pada apa yang semula di anggap kegelapan. Entah aku yang sudah mulai mengerti ataukah aku yang sangat-sangat terlambat untuk belajar mengerti, yang pasti sedikit demi sedikit, cahaya mentari sudah mulai menerobos masuk melalui celah-celah bilik tua yang aku pergunakan untuk menyandarkan tubuh kotor nan rapuh ini.
Dalam keadaan lelah masih sempat aku dengar lirik yang mengalun sayup-sayup

Pada suatu kali dalam perjalanan
Di suatu rumpun bambu kutemukan
Sebuah sarang dan di dalamnya
Seekor burung kecil yang manis

Burung kecilku yang manis
Senyum di wajahnya
Menyambut pengembara
Lagu di dendangkan
Aku pun berhenti

Kemudian beberapa saat
Anginpun datang
Burung kecilku bernyanyi
Aku semakin tenggelam
Burung kecilku yang manis
Maukah menyambut cintaku
Cinta pengembara yang gairah
Cinta pengembara yang gelisah

Dan ketika sekali lagi angin mendesah

Akupun teringat : pengembara tak boleh berhenti dijalan

Burung kecilku yang manis
Katakan cinta kepadaku
Cintamu air bening sahara
Cintamu penghapus duka

Lalu sesudah itu sambil berjanji
Suatu kali akan kembali, akupun melangkah
Wahai perjalanan masih jauh
Wahai perjalanan masih jauh


Dan akupun terlelap pada kesepian malam...
Aku ingin mengatakan padamu yang sebenarnya, aku jatuh .

Malam ini

Ternyata malam tak selalu kelam
bahkan terkadang lebih terang dari siang

Bukan, bukan itu yang ku maksud kawan
Bukan karena lampu neon
ataupun gerak lincah penjaja kesenangan

Bukan,
Bukan karena purnama tengah malam
ataupun cerahnya langit bertabur bintang
Bukan...

Malam ternyata lebih menyenangkan dari siang
Malam ternyata gemerlap tanpa gelap
dan tiada pekat
dengan satu syarat
Engkau erat dalam dekap...

TAUBAT

Oh God ... 
I didn't deserve to get your Paradise.
but I wasn't able to hold a grievous punishment is your hell.
so I accept the repentance and forgive all my sins.
for substances that you will forgive all sins my greatness.
sins I don't like the change it's sandbar.
then accept my repentance repentant, a substance of greatness.
the more I age the more reduced hours.
while the sins of my days grow more, then how will I be able to bear.
yes God is my God ... 

I was a slave of sin spread to my wickedness will come to me. 
to acknowledge the sins that I often do.
if you'll forgive all my sins, then is the mercy of your love you.
then if you reject the repentance and forgiveness to me, your majesty will be all my sins, and to whom I hope, if not to you ...
 
Free Automatic Backlink Backlink Exchange Free Auto Backlinks Auto Backlink Gratis Indonesia : Top Link Indo backlinks referer backlinks referer Text Backlink Exchanges MIM - Free BacklinksYour-Link
,b:section class='lowerbar' id='lowerbar2' preferred='yes'/>

Followers