Unduh Adobe Flash player

Showing posts with label La Tahzan. Show all posts
Showing posts with label La Tahzan. Show all posts

Jangan Bersedih, Sebaik-Baik Manusia

Manusia adalah makhluk Allah yang terbaik susunan jasmani dan rohaninya. Dengan panca indera akal, hati dan nafsu, manusia menjadi makhluk yang berperadaban. Dengan akal pikirannya, manusia itu semakin lama semakin maju dalam segala hal, karena dapat membedakan antara yang haq dan batil, yang membahagiakan dan mencelakakan atau merusak.

Sekalipun begitu, tidak dapat dibantah bahwa manusia dengan segenap potensi yang dimilikinya, ia tidak hanya melakukan yang baik dan benar tetapi juga mengerjakan banyak keburukan. Semakin banyak manusia berbuat baik, maka berbahagialah dan sebaliknya jika banyak manusia yang berbuat jahat dan melakukan teror sosial, maka akan sengsara dan tidak tentramlah.

Memang tak terhingga kebaikan dan amal positif yang dilakukan manusia, tetapi juga tidak terhitung kejelekan dan kejahatan yang dilakukannya. Apabila kita bertanya, kira-kira mana yang lebih banyak, amal positif atau amal negatif yang merusak yang dilakukan manusia ? Melihat keresahan, kekhawatiran, ketidaktentraman, kesengsaraan, kemelaratan yang dialami suatu masyarakat, maka kita dapat menjawab, pastilah amal negatif yang banyak dilakukan oleh manusia.


Firman Allah SWT :
"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." (QS. Ar-Rum : 41)

Terlepas apakah yang banyak melakukan tindakan amal negatif itu dari sebagian golongan masyarakat, yang pasti sunatullah berlaku, melakukan amal baik akan menghasilkan yang baik-baik sedangkan melakukan amal buruk akan menghasilkan yang buruk pula.

Ketika Allah SWT pertama kali hendak menciptakan manusia, Allah SWT memberitahukan kehendak-Nya kepada para Malaikat.

Firman Allah SWT :
"Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. Mereka (Malaikat) berkata : Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau ? Tuhan berfirman : Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (QS. Al-Baqarah : 30)

Arti ayat diatas menunjukkan bahwa bukan Allah saja, Malaikatpun sudah mengetahui bahwa manusia yang dijadikan khalifah di bumi ini akan berbuat kerusakan dan saling menumpahkan darah. Jadi manusia yang seharusnya beradab dan menciptakan tatanan masyarakat yang berperadaban itu senang berbuat kejahatan dan itu diketahui oleh Allah karena memang demikian yang dikehendaki Allah dengan ciptaan-Nya.

Firman Allah SWT :
"Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun." (QS. Al-Mulk : 2)

Firman Allah SWT :
"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula." (QS. Al-Zilzalah : 7-8)

Dengan adanya balasan ini Allah Yang Maha Bijaksana dan Maha Perkasa menentukan bahwa kehidupan di dunia ini bukan satu-satunya kehidupan. Iman kepada Allah SWT dan Kehidupan Akhirat, meskipun manusia diberi akal dan pikiran, berilmu pengetahuan yang selalu berkembang menuju kemajuan dalam penguasaan teknologi akan tetapi ada sebagian imannya dangkal, itulah yang membuatnya masih tetap berbuat kejahatan dan menyimpang dari fitrahnya. Dan apabila imannya kokoh, sehingga ia gemar berbuat baik dan benci terhadap perbuatan jahat, maka itulah manusia yang terbaik.

Jangan Bersedih, Neraka Bukan Untukmu

Balasan bagi orang-orang kafir adalah neraka yang sangat panas. Mereka akan mendiami tempat itu termasuk didalamnya yaitu orang-orang yang berbuat maksiat dan orang-orang fajir. Neraka itu mempunyai tujuh tingkatan dan setiap tingkatan apabila kita menyeberanginya maka dibutuhkan waktu selama 70 tahun, begitupula kedalamannya dan apabila malaikat Zabaniyah memukul, maka bekas pukulan itu akan membekas seperti sebuah sungai. Mereka para malaikat sangatlah kasar, di tangannya terdapat pemukul kepala yang apabila dipukulkan kepada sebuah gunung, maka gunung itu akan hancur lebur akibat pukulannya. Makanan penghuni neraka adalah zaqqum jenis pohon berduri yang tumbuh di neraka yang dapat mengeluarkan bara api dan minumannya adalah air mendidih yang teramat panas.


Neraka yang telah dipersiapkan.

Api neraka hanyalah tinggal menunggu perintah, kapan ia akan melumat orang-orang kafir dan para pembuat maksiat.
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Ketika Allah menciptakan surga dan neraka, Ia mengutus malaikat Jibril ke surga seraya berfirman, pergilah engkau ke surga dan perhatikanlah di dalamnya, serta lihatlah apa saja yang telah Aku siapkan untuk penghuninya kelak !

Lalu Jibril pun pergi ke surga dan memperhatikan apa saja yang ada di dalamnya, berikut hal-hal yang telah disiapkan oleh Allah. Setelah melihat ia pulang dan berkata, Demi Keagungan-Mu, tidak ada seorangpun yang mendengar tentang surga kecuali ia ingin masuk ke dalamnya. Lalu Allah SWT meliputi surga dengan hal-hal yang tidak disukai dan berfirman kepada Jibril, Sekarang kembalilah dan pergilah engkau ke surga serta perhatikanlah apa saja yang telah Aku siapkan untuk penghuninya kelak !
Kemudian Jibril pun pergi lagi ke surga dan memperhatikan hal apa saja yang telah disiapkan Allah SWT. Setelah itu ia datang lagi menghadap Allah seraya berkata, Demi Keagungan-Mu, sungguh aku khawatir takkan ada seorangpun yang dapat masuk ke dalamnya.
Ketika Allah menciptakan neraka, Allah berfirman kepada Jibril, Pergilah engkau ke neraka dan perhatikanlah di dalamnya serta lihatlah apa saja yang telah Aku siapkan untuk penghuninya kelak !

Lalu Jibril pergi ke neraka dan memperhatikan apa saja yang ada di dalamnya, berikut hal-hal yang telah disiapkan oleh Allah SWT. Setelah melihat, ia pulang dan berkata, Demi Keagungan-Mu dan Kebesaran-Mu, tidak seorangpun yang mau masuk ke dalamnya kecuali setelah mendengarkannya. Kemudian Allah meliputinya seraya berfirman kepada Jibril, Sekarang kembalilah dan pergilah engkau ke neraka serta perhatikan apa saja yang telah Aku siapkan untuk penghuninya kelak !
Lalu Jibril pun pergi lagi ke neraka dan memperhatikan hal apa saja yang telah disiapkan oleh Allah SWT. Maka tatkala Jibril kembali menghadap Allah, ia berkata, Demi Keagungan-Mu, sungguh aku khawatir tidak ada seorangpun yang tersisa kecuali ia masuk ke dalamnya. (HR. Abu Daud dalam kitabnya no. 4744, at-Tirmidzi dalam bab Sifat-sifat Surga no. 2560)

Firman Allah SWT :
"Dan adapun jika dia termasuk golongan orang yang mendustakan lagi sesat, maka dia akan mendapatkan hidangan air yang mendidih dan dibakar di dalam neraka." (QS. Al-Waqi'ah : 92 - 94)

Jika kita tidak takut akan panasnya neraka, untuk apa hidup ?

Maka hindarilah kita dari jalan menuju neraka dan berbuatlah untuk meraih surga.

Jangan Bersedih, Terapi Untuk Cinta yang Bermasalah

Apabila sedang dihadapi masalah, apapun masalahnya, obati segera semuanya dengan kembali kepada Allah SWT dengan mengharap cinta dan sayang-Nya, meminta ridha dan keistimewaan dari-Nya. Segala obat lahiriah yang diupayakan tidak akan manjur dan mujarab tanpa izin dan kehendak-Nya. Allah-lah sumber kesembuhan dan keselamatan, dari-Nya segala kedamaian dan kepada-Nya kembali segala keselamatan dan pengharapan dan berharap kepada-Nya dihidupkan dan dimunculkan-Nya keselamatan dan kesembuhan dari Zat-nya Yang Maha Agung.

"Ya Allah, masukkan kami semua ke dalam surga Darusalam. Maha Suci dan Maha Mulia Engkau ya Allah ya Dzal Jalaali wal Ikram"
Itulah bait-bait doa yang indah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.


Langkah awal yang harus dilakukan ketika mengobati/menerapi diri yang kurang bahkan tidak istimewa yaitu :
- Mengakui kesalahan dan menyesali dosa dalam segala langkah dan tindakan yang selama ini tidak memperlihatkan keseriusan dalam mencintai Allah SWT
- Akui bahwa selama ini terrlalu egois dengan menganggap diri sendiri hebat dan ahli dalam segala hal
- Akui pula bahwa selama ini jarang melibatkan Allah SWT dalam gerak dan langkah pekerjaan
- Akui pula bahwa selama ini telah diombang-ambingkan dunia dan terjajah dengan hawa nafsu
- Akui pula bahwa menuhankan akal, beragama tidak sempurna, beriman tetapi tidak seratus persen, bercinta dengan Allah SWT asal-asalan dan berpura-pura


Padahal keajaiban dan keistimewaan akan terlihat dan terpancar dalam diri sendiri manakala Allah SWT menjadikan sebagai sumber kehidupan dan inspirasi dalam hidup.

Ketahuilah bahwa pembuka segala rahmat, kemudahan, kelancaran, kesuksesan adalah penyesalan. Penyesalan diri membuat Allah SWT luluh dan iba terhadap hamba-Nya. Seperti halnya dalam kehidupan watak dan tabiat manusia ketika seorang bersalah dan berdosa kepada orang lain, asalkan dia mau menyatakan maaf dan penyesalannya terhadap kesalahan yang telah dilakukan kepada yang dizalimi dan pihak yang disakiti, maka akan terbuka pintu maaf dan muncul sikap iba serta kasihan. Allah SWT lebih daripada itu.

Upayakan dapat menangis ketika menyesal atas dosa yang telah dilakukan, rayu dan bujuk Allah SWT dengan tangisan yang bersungguh-sungguh mengharapkan-Nya. Sungguh Allah SWT merindukan dan mengharapkan hamba-Nya kembali kepada-Nya dan bertobatlah yang artinya melupakan dan meninggalkan segala tindakan yang salah dan berakibat dosa, menyesal atas perbuatan yang telah dilakukan pada masa lalu dan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk tidak mengulangi kembali, serta memperbaiki dengan amalan yang saleh yang mendatangkan pahala dan rahmat Allah SWT.

Firman Allah SWT :
'Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah (kembalilah) kepada Allah dengan taubatan nasuha (tobat yang semurni-murninya)." (QS. At-Tahrim : 8)

Sabda Rasulullah SWT :
"Bertobatlah (kembalilah) kalian kepada Allah, sesungguhnya aku bertobat kepada Allah setiap hari 100 kali." (HR. Bukhari-Muslim)

Apabila dapat menangis maka itu adalah anugerah terbesar dari Allah SWT dan kenikmatan yang tiada tara, karena menangis itu adalah karunia Allah SWT yang sangat besar yang diberikan kepada manusia. Setiap orang yang menangis tentu memiliki alasan-alasan yang berbeda antara satu dan yang lainnya. Bisa jadi seseorang menangis karena takut pada sesuatu, menangis karena terharu, menangis karena bahagia, menangis karena iba, menangis karena menderita, menangis karena kehilangan sesuatu, menangis karena kematian, menangis karena musibah, menangis karena menahan sakit dan lain sebagainya. Namun ada satu tangisan yang sangat disenangi dan dipuji oleh Allah SWT yaitu seseorang yang mengingat dan kembali kepada Allah SWT, lalu air matanya bercucuran karena merasa takut kepada-Nya. Dan sungguh luar biasa keutamaan yang akan diberikan Allah SWT kepada orang yang bisa mencucurkan air mata karena mencintai-Nya. Menangis karena takut kepada-Nya memiliki kedudukan yang sangat tinggi dan mulia di sisi Allah SWT, sebagaimana ditegaskan dalam nash-nash Al Qur'an maupun Hadits-hadits Rasulullah SAW.

Firman Allah SWT :
"Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan kekhusyukan mereka bertambah." (QS. Al-Isra' : 109)


"Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Rabbnya, yang tidak tampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar. " (QS. Al-Mulk : 12)

Sabda Rasulullah SAW :
"Tujuh golongan yang mendapatkan naungan Allah pada suatu hari yang tidak ada naungan kecuali naungan Allah.... (dan disebutkan di antaranya) seseorang yang berzikir (ingat) kepada Allah dalam kesendiriannya kemudian air matanya mengalir." (HR Bukhari, Muslim)


"Tidak akan masuk ke dalam api neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allah hingga air susu ibu (yang sudah diminum oleh anaknya) kembali ke tempat asalnya." (HR. Tirmidzi)


"Barang siapa mengingat Allah, kemudian dia menangis sehingga air matanya mengalir jatuh ke bumi, niscaya dia tidak akan diazab pada hari kiamat kelak." (HR. Al Hakim dan dia berkata sanadnya shahih)

Jangan Bersedih, Dengan Masa Lalu, Pikirkan Masa Kini

Rasulullah SAW bersabda, "Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari kesusahan dan kesedihan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari perasaan lemah dan malas, dari rasa takut dan bakhil, dari terjepit oleh utang dan penguasaan orang-orang." (HR Bukhari dan Muslim)

Adanya perasaan sedih karena masa lalu, juga karena mengingat peristiwa masa lalu yang tidak mungkin kembali lagi merupakan suatu kelemahan yang akan menjadikan seseorang merasa terus terbelenggu dan hanya akan menjadikannya lemah dan tak berdaya. Karena itulah, Rasulullah SAW melarang kita untuk menyesali hal-hal keduniaan yang terjadi pada masa lalu. Juga melarang seseorang mengatakan, "Seandainya waktu iru aku melakukan ini, niscaya akan ......"


Sabda Rasulullah SAW :
"Bersungguh-sungguhlah pada hal yang bermanfaat bagimu, dan mintalah pertolongan kepada Allah serta jangan merasa lemah. Bila kamu ditimpa sesuatu, janganlah kamu mengatakan 'Seandainya (tempo hari) aku melakukan ini, niscaya begini-begini'. Katakanlah "Allah telah menakdirkan dan apa yang Allah kehendaki maka itu terjadi". Sesungguhnya kata seandainya akan membuka pintu perbuatan setan." (HR Muslim)

Perbuatan yang harus dilakukan saat ini adalah mengerjakan sesuatu dengan sempurna disertai dengan meminta pertolongan kepada Allah. Insya Allah tidak akan lemah dan kemenangan akan selalu menemaninya.

Sosok seorang Muslim yang benar adalah sosok orang yang ridha dengan ketentuan dan takdir dari Allah SWT. Jika terjadi sesuatu yang tidak ia sukai, ia mengatakan 'Semuanya telah menjadi takdir Allah, apa yang Allah kehendaki pasti terjadi'. Orang itu telah mengatakan dengan jiwa yang ridha dan tenang, jiwa yang percaya atas ketentuan Allah masa depan yang lebih baik sesuai dengan izin Allah.

Rasulullah SAW bersabda, "Bila datang waktu pagi jangan menunggu-nunggu waktu sore, bila datang waktu sore jangan menunggu-nunggu waktu pagi." (HR Bukhari)



Maksud dari hadits ini adalah jangan memaksakan diri untuk memntingkan sesuatu yang akan datang karena sesuatu yang akan datang itu telah dijamin Allah untuk kita.

Jangan Bersedih, Percayalah Pada Takdir

Firman Allah SWT :
"Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada diri kalian kecuali telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kalian tidak berputus asa atas apa yang luput dari kalian, dan supaya kalian tidak terlalu gembira terhadap apa yang diberikan kepada kalian. Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membangkang." (QS. Al-Hadid : 22-23)

Allah SWT berfirman : "Boleh jadi kalian membenci sesuatu padahal ia baik bagi kalian. Boleh jadi kalian menyukai sesuatu padahal ia buruk bagi kalian. Allah mengetahui sedang kalian tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah : 216)


Iman kepada ketentuan (Qadha') dan takdir (Qadar) yang baik dan juga yang buruk, memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan ketenangan di hati ketika sebuah musibah menimpa. Yakini sepenuh hati bahwa Allah Maha Lembut terhadap hamba-Nya maka akan mengubah kesedihan menjadi kesenangan dan kebahagiaan.

Langkah-langkah meringankan musibah :
1. Bayangkanlah musibah yang lebih besar dan lebih buruk dari apa yang dialami.
2. Bayangkanlah orang yang tertimpa musibah yang lebih besar.
3. Lihatlah nikmat-nikmat yang ada pada diri sendiri yang tidak dimiliki oleh orang lain.
4. Janganlah menyerah pada kegagalan yang terkadang-kadang bersama bencana yang lain.

"Kebahagiaan yang paling cepat sampai ke hati orang lain adalah senyuman yang tulus dari hati yang paling dalam."

Jangan Bersedih, Berakhlak Mulia itu Menentramkan Hati

Manusia adalah cermin bagi manusia yang lain. Jika seseorang berbudi pekerti luhur terhadap orang lain, maka orang lain pun akan berlaku serupa terhadapnya sehingga urat sarafnya akan selalu tenang tanpa gejolak dan hatinya akan senantiasa damai kemudian ia akan merasakan bahwa dirinya hidup dalam masyarakat yang bersahabat. Sebaliknya, bila seseorang berkepribadian buruk dan bersikap keras kepala dan kasar terhadap orang-orang disekitarnya maka merekapun akan berlaku serupa terhadapnya sehingga ia tidak dihormati oleh orang lain.

Seseorang yang berakhlak baik lebih dekat kepada ketenangan, jauh dari kegelisahan dan keadaan yang menyengsarakan, lebih dari itu akhlak yang baik merupakan ibadah kepada Allah SWT.


Firman Allah SWT :
"Jadilah engkau pemaaf, serulah orang-orang mengerjakan kebaikan dan berpalinglah dari pada orang-orang bodoh." (QS. Al-A'raf : 199)

Firman Allah SWT tentang kepribadian Rasulullah SAW :
"Sebab rahmat dari Allah, maka kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri darimu. Karena itu, maafkanlah mereka, memohonlah ampunan untuk mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka. Apabila kamu telah berbulat tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal." (QS. Ali-Imran : 159)

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dari kalian adalah paling baik akhlaknya, yang selalu merangkul ketika berjalan (menjaga persaudaraan) dan menyenangi dan disenangi. Orang yang paling aku benci dari kalian adalah yang suka mengadu domba, yang memisahkan antara orang yang saling mengasihi dan mencari-cari aib orang yang bersih."

Jangan Bersedih, Wasiat Nabi Muhammad SAW Kepada Sayyidina Ali ra.

Wahai Ali, bagi orang MUKMIN itu ada 3 tanda-tandanya yaitu :

  • 1. Tidak terpaut hatinya pada harta benda dunia.
  • 2. Tidak terpesona dengan pujuk rayu.
  • 3. Benci terhadap pembualan dan perkataan sia-sia.


Wahai Ali, bagi orang ALIM itu ada 3 tanda-tandanya yaitu :
  • 1. Jujur dalam berkata-kata.
  • 2. Menjauhi segala yang haram.
  • 3. Merendahkan diri.

Wahai Ali, bagi orang yang JUJUR itu ada 3 tanda-tandanya yaitu :

  • 1. Merahasiakan ibadahnya.
  • 2. Merahasiakan sedekahnya.
  • 3. Merahasiakan ujian yang menimpanya.

Wahai Ali, bagi orang yang TAQWA itu ada 3 tanda-tandanya yaitu :

  • 1. Takut berlaku dusta dan keji.
  • 2. Menjauhi kejahatan.
  • 3. Memohon yang halal karena takut jatuh dalam keharaman.

Wahai Ali, bagi orang yang AHLI IBADAH itu ada 3 tanda-tandanya yaitu :
  • 1. Mengawasi dirinya.
  • 2. Menghisab dirinya.
  • 3. Memperbanyak ibadah kepada Allah SWT.

Jangan Bersedih, Obati Kegelisahan Dengan Shalat

Dosaku begitu besar,
Namun, ketika kubandingkan
dengan ampunan-Mu, wahai Rabbku,
ampunan-Mu ternyata lebih besar

Firman Allah SWT :
"Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya." (QS. Al-Mu'minun : 1-2)

Karena itu mereka berlomba menghidupkan malam-malamnya dengan meninggalkan dunia dan khusyuk dalam shalat. Mereka menyadari bahwa bekal yang paling baik untuk akhirat dan untuk berdakwah kepada sesama adalah shalat. Sebab shalat memberikan kekuatan untuk menghadapi kesulitan. Melaksanakan shalat di malam hari adalah cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.


Firman Allah SWT :
"Pada sebagian malam, bersembahyang tahajudlah kamu sebagai ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji." (QS. Al-Isra' : 79)

Anas ra telah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah masuk ke dalam masjid, kemudian ada tali yang melintang antara dua pojok mesjid, maka beliau bersabda, Tali apa ini ? mereka berkata, Tali ini milik Zainab. Jika mereka lelah, ia akan berpegangan pada tali ini. Rasulullah bersabda, Lepaskan tali ini. Shalatlah kalian sesuai dengan kemampuan kalian. Jika kalian sudah letih, duduklah.

"Percayalah kepada Allah jika engkau benar dan Berbahagialah menghadapi hari esok jika engkau bertobat"

Jangan Bersedih, Padamu Terdapat Kenikmatan yang Melimpah

Kasih sayang Allah pasti datang,
Meski terasa nun jauh di sana
Ia kan tiba laksana kerdipan mata
Bila sudah saatnya .......

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, setelah cucuran air mata akan terbit sebuah senyuman dan setelah malam ada siang. Atas izin Allah, awan kesedihan akan sirna, pekatnya malam akan tersikap, segala bencana pasti berakhir dan setiap masalah akan teratasi.

Setiap perbuatan baik akan selalu mendapat balasan terbaik dari-Nya. Bila seorang ibu dan seorang ayah yang senantiasa mendidik anak-anaknya dengan baik dan benar, mereka kelak akan menjadi para pejuang, pembela dan penegak agama Islam. Mereka juga akan selalu berdoa untuk kedua orangtuanya dalam sujud dan ibadah-ibadah malam mereka. Adalah suatu kenikmatan yang luar biasa bila menjadi seorang ibu dan seorang ayah yang penuh kasih sayang dan kelembutan.

Perkataan yang sopan, pelajaran yang baik, pernyataan yang tegas lagi benar, pembantahan secara baik-baik, sialog secara santun, akhlak yang mulia dan tingkah laku yang terpuji.

Firman Allah SWT :
"Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang taqwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan." (QS. An-Nahl : 128)

Jangan Bersedih, Ada Sebuah Mutiara yang Berharga

Abu Thalhah berkata, Di sana ada sebuah mutiara dari beberapa mutiara, apabila baik, hal itu semata datang dari Allah. Apabila buruk, semata datang dariku dan dari setan yang terkutuk.

Mutiara tersebut adalah :
'Sesungguhnya Allah mengharapkan hamba-Nya agar senantiasa tidak melupakan-Nya di saat ia bangun dari tidurnya, walaupun hanya sekejap mata dan walaupun hanya di tempat tidur, baik siang maupun malam. Oleh karena itu, ketika seseorang bangun dari tidurnya, maka hendaklah ia ingat kepada Allah dan jangan sampai lupa kepada-Nya, ia tidak boleh lalai kepada Allah selama-lamanya.'

Allah SWT berfirman :
"....dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai." (QS. Al-A'raf : 205)

Jabir ra berkata di dalam hadits yang dituturkan oleh Muslim dalam bukunya Shahih Muslim. Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya di waktu malam ada sebuah masa, di mana pada masa tersebut tak ada muslim yang memohon kebaikan, baik di dunia maupun akhirat kepada Allah, kecuali Allah akan memberikan kepadanya. Kesempatan tersebut ada pada setiap malam." (HR Muslim, sebagaimana disebutkan dalam buku al-Misykat, bab at-Tahridh 'ala qiyam al-Lail)

Jangan Bersedih, Raihlah Surga Dengan Keyakinan

Wahai orang-orang yang mencintai kebaikan, cari dan ambillah kebaikan itu untuk diri sendiri sebelum detik-detik itu melayang dan hendaklah membaca kalimat Penghulu Istighfar baik di siang hari maupun di malam hari ataupun saat bepergian maupun saat berada di rumah maka akan meraih surga yang telah disediakan Allah SWT.

Dari Syidad bin Aus ra, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Penghulu Istighfar atau sayyidul istighfar adalah ucapan :
ALLAHUMMA 'ANTA RABBI, LAA ILAAHA ILLA 'ANTA KHALAQTANI, WA 'ANAA 'ABDUKA, WA 'ANAA 'ALAA 'AHDIKA WAWA'DIKA MASTATHA'TU, A'UUDZUBIKA MIN SYARRI MAA SHANA'TU, 'ABUU'U LAKA BINI'MATIKA 'ALAYYA, WA 'ABUU'U BIDZANBII, FAGHFIRLII, FA' INNAHUU LAA YAGHFIRUDZDZUNUUBA ILLAA 'ANTA


Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau yang telah menciptakan diriku, aku adalah hamba-Mu, aku selalu memenuhi ketentuan dan janji-Mu semampuku, aku mohon lindungan-Mu dari segala keburukan yang telah Engkau ciptakan, aku kembali kepada-Mu atas nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku, sedangkan aku pulang kepada-Mu dengan membawa dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang mampu mengampuni segala dosa kecuali Engkau."

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang pada waktu siangnya mengucapkan kalimat tersebut dengan penuh keyakinan, kemudian sebelum datang waktu sore dia meninggal dunia, maka dia termasuk penghuni surga. Barangsiapa yang pada waktu malamnya membaca kalimat tersebut dengan penuh keyakinan, dan dia meninggal dunia sebelum datang waktu pagi, maka dia termasuk penghuni surga." (HR Bukhari, sebagaimana dalam buku al-Misykat bab al-Istighfar)

Jangan Bersedih, Cintailah Orang Lain Seperti Mencintai Diri Sendiri

Ini bukan sekedar nasehat dan ini bukan juga sekedar kata-kata hikmah akan tetapi ini merupakan obat jiwa dari sekian banyak penyakit jiwa yang ada. Ini juga merupakan hukum untuk membawa kebahagiaan bagi jiwa manusia, bahkan sesungguhnya perkataan ini merupakan ucapan manusia pilihan yaitu Nabi Muhammad SAW.

Hal yang sangat penting jika memegang teguh dengan perkataan ini, keimanan seseorang tidak akan sempurna kecuali dengan menjalankan makna perkataan ini.

Sabda Rasulullah SAW, "Salah seorang dari kalian tidak dikatakan beriman, hingga mencintai saudaranya seperti halnya mencintai dirinya sendiri."

Ketika mencintai saudara sendiri, dada akan terasa lapang, jiwa terasa tenang dan akan merasakan puncak kepuasan serta akan merasakan kebahagiaan jiwa yang menyeluruh. Hanya dengan itulah akan merasakan manisnya iman. Manisnya iman ini tidak dapat dirasakan dengan lisan melainkan dengan hati.

Mengapa hal ini dapat terjadi ?
Karena kebahagiaan menjadi bertambah dan ketika melepaskan diri dari rasa kebencian dan memenuhinya dengan rasa cinta. Dapat meninggalkan titik-titik hitam berupa rasa dengki, benci, dendam, iri dan sebagainya. Semua keburukan itu akan sirna dan berjatuhan ketika mulai mencintai saudaranya.

Firman Allah SWT :
"...Mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri seklipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu)..." (QS. Al-Hasyr : 9)

Mereka itu adalah golongan khusus di antara orang-orang mukmin. Mencintai saudaranya seperti mencintai diri sendiri akan memberikan kebaikan kepada saudaranya dan sebaliknya kebaikan itu akan datang kepada diri sendiri. Lebih utama bila lebih mementingkan kepentingan saudaranya seiman daripada kepentingan diri sendiri.

Mereka mengutamakan orang lain atas diri mereka, sekalipun mereka memerlukan apa yang mereka berikan itu. Maka jika derajat diri sendiri sampai tingkat tersebut maka menjadi tinggi dan kedudukan diri sendiri menjadi mulia disisi Allah SWT dan merasakan kebahagiaan jiwa yang luar biasa. Berkat curahan rasa iman yang mengalir di urat nadi akan mengubah jiwa menjadi jiwa yang tenang.

Firman Allah SWT :
"...Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS. Al-Hasyr : 9)

Jangan Bersedih, Manfaatkan Umur yang Tersisa

Hakikat umur seseorang itu antara dua atau tiga tahun lamanya.
Abu Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Umur umatku itu antara 60 hingga 70 tahun, sedikit sekali yang melebihi umur tersebut." (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah, sanadnya hasan, seperti disebutkan dalam al-Misykat No. 5280)

Pada umumnya umur seseorang antara 40 tahun hingga 50 tahun lamanya maka diperkirakan sampai umur 63 tahun, karena umur Nabi sampai 63 tahun. Dan bagaimana kehidupan yang fana ini hancur dan berlalu.

Undang-undang dunia memperbolehkan seseorang bekerja 8 jam setiap harinya, 1 hari terdiri dari 24 jam. oleh karena itu, jika menghitung 8 jam setiap harinya dalam waktu 63 tahun akan mendapatkan dan menghabiskan waktu untuk bekerja saja selama 21 tahun. Begitu juga untuk menjaga kondisi kesehatan seseorang, dokter menganjurkan agar tidur 8 jam dalam sehari. Jika menghitung waktu tidur 8 jam setiap harinya dalam waktu 63 tahun maka menghabiskan waktu tidur selama 21 tahun juga. Dan apabila dijumlahkan waktu bekerja dan waktu tidur menghabiskan selama (21+21) 42 tahun.

Belum lagi ditambah dengan waktu semasa kanak-kanak antara 1 tahun hingga 13 tahun untuk bermain-main dan bersenang-senang. Berarti keseluruhan waktu usia yang dihabiskan adalah 21+21+13 = 55 tahun. Bukankah demikian ?

Jadi usia yang tersisa hanya 8 tahun (63-55). Adakah sisa usia tersebut digunakan dengan sungguh-sungguh beribadah kepada Allah SWT ?

mungkin jawabannya 'tidak' karena ibadah yang digunakan amatlah sedikit. (karena ada waktu-waktu yang terlena dan lain sebagainya)

Sesungguhnya kaum Muslim jika dikumandangkan azan, mereka tidak segera melakukan shalat, kecuali bagi mereka yang dikasihi Allah SWT. Mereka itu seperti hewan yang ada di padang rumput yang tidak memahami seruan pengembalanya. Bahkan ketika pengembalanya mengajak hewan tersebut ke arah yang benar, ia tidak bisa mencerna dan memahami ajakan tersebut, yang di dengar hanyalah suaranya. Gambaran seperti ini dijelaskan oleh Ibnu Katsir.

Firman Allah SWT :
"Jika Allah mengetahui ada kebajikan pada mereka, niscaya Allah memperdengarkan kepada mereka. Walaupun Allah memperdengarkan kepada mereka, niscaya mereka berpaling juga, sedang mereka itu tetap berpaling." (QS. Al-Anfal : 23)

Maka berlindunganlah dan mohon ampun kepada Allah SWT dari perbuatan dan hati yang lalai.

Firman Allah SWT :
"Hai orang-orang yang beriman, perkenankanlah (seruan) Allah dan Rasul, bila Ia menyeru kamu, untuk menghidupkanmu, dan ketahuilah, bahwa Allah membalas antara manusia dengan hatinya, dan sesungguhnya kamu akan dihimpunkan kepada-Nya." (QS. Al-Anfal : 24)

Jangan Bersedih, Ciri-Ciri Orang yang Bahagia Dalam Mengarungi Hidup Ini

1. Orang tersebut tidak akan disiksa oleh banyaknya keinginan (hawa nafsu) keduniaan, dalam artian tidak diperbudak oleh keingingan yang merampas sampai melupakan untuk berbuat ibadah. Keinginan yang disukai oleh Allah SWT adalah keinginan yang dapat menjadi ladang amal shaleh dan bekal untuk kepulangan ke akhirat.

Firman Allah SWT :
"Sabarkanlah hatimu serta orang-orang yang menyembah Tuhannya pada pagi dan petang, sedang mereka menghendaki keridhaan Allah dan janganlah engkau palingkan pemandangan daripada mereka, karena menghendaki perhiasan hidup di dunia. Janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta mengikuti hawa nafsunya dan adalah perbuatannya melebihi batas." (QS. Al-Kahfi : 28)

2. Orang yang tidak diperbudak dengan nafsu amarah karena amarah itu menjadikan pikiran penuh kekejian, dendam membara, tutur katanya penuh dengan angkara murka, tindakannya menjadi tidak terkendali serta penuh dengan ketegangan. Maka waspadalah dan bersungguh-sungguhlah melatih diri untuk mengendalikan nafsu amarah tersebut.

Firman Allah SWT :
"Aku tiada melepaskan hawa-nafsunya, karena nafsu itu menyuruh berbuat kejahatan, kecuali siapa yang disayangi Tuhanku, Sungguh Tuhanku Pengampun lagi Penyayang." (QS. Yusuf : 53)


3. Orang yang selalu jujur. Karena setiap kali berbohong maka bohong itu akan menjadi penjara baginya. Jagalah diri dari kedustaan dan ketidak jujuran.

Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada akhlak yang paling dibenci lebih dari bohong. Apabila beliau melihat seseorang bohong dari segi apa saja, orang itu tidak keluar dari perasaan hati Rasulullah sehingga beliau tahu orang itu telah bertobat." (HR. Ahmad)
4. Orang yang selalu rendah hati. Dan rendah hati itu adalah kunci kebahagiaan. Karena semakin ingin dihargai, semakin ingin dihormati, semakin ingin dipuji, semakin ingin diperlakukan lebih maka semakin sengsara hidup ini.

Firman Allah SWT :
"Dan hamba Tuhan Yang Maha Pengasih ialah orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik." (QS. Al-Furqan : 63)


5. Orang yang tidak pernah menyombongkan diri.

Rasulullah SAW bersabda, "Tiada masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat sebesar biji sawi kesombongan." (HR. Muslim)

Firman Allah SWT :
"Sesungguhnya orang-orang yang membantah ayat-ayat Allah tanpa keterangan yang sampai kepada mereka. tak adalah dalam dada mereka, melainkan kesombongan yang tiada dapat disampaikannya, maka berlindunglah engkau kepada Allah. Sungguh Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. Al-Mu'min : 56)


6. Orang yang Ikhlas. Karena orang yang suka riya, pamer, hidupnya tamak akan menjadi korban zaman.

Rasulullah SAW bersabda, "Allah tidak akan menerima amalan, melainkan amalan yang ikhlas dan yang karena untuk mencari keridahaan Allah." (HR. Ibnu Majah)

7. Orang yang bertawakal. Karena orang yang banyak tergantung kepada sesuatu dan takut kehilangan sesuatu maka akan menjadi frustasi dalam hidupnya, tetapi apabila orang yang bergantung kepada Allah SWT kebutuhannya akan dipenuhi dan dicukupkan oleh Allah SWT.

Firman Allah SWT :
"Dan (Allah) akan memberinya rezeki dengan tiada terkira. Barangsiapa yang menyerahkan diri (bertawakal) kepada Allah maka Allah akan mencukupkannya (memeliharanya). Sungguh Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya. Sungguh Allah mengadakan kadar (ketentuan) bagi tiap-tiap sesuatu." (QS. At-Thalaq : 3)

Jangan Bersedih, Sambungkan Tali Persaudaraan Dengan Silaturahmi

Prinsip utama dalam ajaran Islam bahwa umat islam adalah bersaudara.
Bagaikan satu tubuh yang apabila salah satu anggota badannya sakit maka bagian tubuh yang lain akan juga merasa sakit, ikut meradang dan panas dingin, mulutpun akan mengaduh dan matapun akan mengeluarkan airmata karena menahan sakit.

Rasulullah SAW bersabda, "Tidak akan masuk surga seseorang yang memutuskan hubungan silaturrahmi." (HR. Imam Bukhari)

Rasulullah SAW juga mewariskan dua pusaka utama untuk umat Islam yaitu Al Qur'an dan Sunnah Rasul. Kedua pusaka ini jika dibaca, dipahami dan diamalkan maka umat Islam tidak akan tersesat dalam hidup dan kehidupannya.

Firman Allah SWT :
"Katakanlah : Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Katakanlah : Taatilah Allah dan Rasul-Nya, jika kamu berpaling (tidak hendak mengikuti), sesungguhnya Allah tiada mengasihi orang-orang kafir." (QS. Ali Imran : 31-32)

Keimanan kepada Al Qur'an dan Sunnah Rasul yang dibuktikan dalam amal sehari-hari akan mengundang rahmat dan pertolongan Allah SWT dalam hidup yang penuh dengan keberkahan.

Firman Allah SWT :
"Ta'atlah (patuhlah) kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, nanti kamu lemah (kalah) serta hilang kekuatanmu dan hendaklah kamu berhati sabar. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Al Anfal : 46)

Jangan Bersedih, Orang-Orang yang Beriman Masuk ke Dalam Surga yang Mengalir Air Sungai di Bawahnya

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra katanya : Pada suatu hari , ketika Rasulullah SAW berada bersama kaum muslimin, datang seorang lelaki kemudian bertanya kepada Nabi Muhammad SAW,
"Wahai Rasulullah !
Apakah yang dimaksudkan dengan Iman ?
"Lalu Nabi Muhammad SAW bersabda,
"Kamu hendaklah percaya, yaitu beriman kepada Allah, para Malaikat, semua Kitab yang diturunkan, hari pertemuan dengan-Nya, para Rasul dan percaya kepada Hari Kebangkitan."
Lelaki itu bertanya lagi, "Apa Islam itu ?"
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Islam ialah menyembah Allah tanpa menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan shalat, membayar zakat, dan berpuasa pada bulan Ramadhan."
Kemudian lelaki tersebut bertanya lagi, "Apakah Ihsan itu ?"
Rasulullah SAW bersabda, "Engkau hendaklah beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, sekiranya engkau tidak melihat-Nya, maka ketahuilah bahwa Dia senantiasa memperhatikanmu."
Lelaki tersebut bertanya lagi, "Kapankah Hari Kiamat akan datang ?"
Rasulullah SAW bersabda, "Yang ditanya tidak lebih tahu dari penanya. Tetapi aku akan ceritakan kepadamu mengenai tanda-tandanya :

1) Apabila budak perempuan melahirkan majikannya maka itu adalah sebagian dari tandanya.
2) Apabila para pengembala onta hitam berlomba mendirikan gedung-gedung yang megah.

Hari Kiamat adalah salah satu dari lima hal yang tidak diketahui oleh siapapun kecuali Allah SWT.
"Kemudian Rasulullah SAW membaca surat Luqman ayat 34 : "Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat, dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." Kemudian lelaki tersebut pergi. Rasulullah SAW meminta kepada para sahabatnya memanggil orang tersebut. Namun mereka tidak melihatnya lagi. Lantas Rasulullah SAW bersabda, "Lelaki tadi adalah Jibril as. Kedatangannya adalah untuk mengajarkan manusia tentang agama mereka." (HR Bukhari dan Muslim)

Firman Allah SWT :
"Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan yang baik-baik, nanti Kami masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir air singai di bawahnya, serta kekal di dalamnya selama-lamanya. Janji Allah itu benar. Siapakah yang terlebih benar perkataannya dari (perkataan) Allah." (QS. An Nisa' : 122)

Jangan Bersedih, Keutamaan Dzikir Dapat Menenangkan Hati

Dzikir adalah apa-apa yang diucapkan oleh lisan dan qalbu baik berupa tasbih, tahmid dan tahlil dengan mengagungkan kebesaran Allah SWT. Berzikir kepada-Nya baik dikala pagi dan petang sehingga Allah SWT mengumpamakan orang yang hidup itu adalah orang yang selalu berdzikir dan orang yang mati adalah mereka yang tidak pernah berdzikir kepada-Nya.

Firman Allah SWT :
"Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengiingkari (nikmat)-Ku." (QS. Al Baqarah : 152)

"Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar." (QS. Al Ahzab : 35)

"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram." (QS. Ar Rad : 28)

Dari Muadz bin Jabal berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah ada amalan sedikitpun yang dilakukan anak Adam yang dapat menyelamatkan dirinya dari azab Allah SWT kecuali dengan berzikir kepada-Nya." (HR Ahmad)

Dari Abu Musa berkata, Nabi Nuhammad SAW bersabda : "Perumpamaan orang yang berzikir kepada Allah dan tidak berzikir kepada-Nya adalah seperti orang yang hidup dan mati." (HR Bukhari)

Dari Abdullah bin Abbas berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang sering beristighfar maka Allah akan memberinya jalan keluar dari segala kesusahan, ketenangan dari segala kesedihan dan mendapatkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (QS. HR Abu Daud)

Firman Allah SWT :
"Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai." (QS. Al A'raf : 205)

Jangan Bersedih, Dengan Berdo'a Mendapatkan Kekuatan

Allah SWT memerintahkan kepada hamba-Nya untuk selalu berdo'a dan pasrah kepada-Nya, dan Allah SWT menjanjikan akan mengabulkan semua permintaan hamba-Nya selama mereka benar-benar berdo'a kepada-Nya.

Dalam berdo'a hendaklah benar-benar melakukannya dengan sepenuh hati seraya berharap keridhaan dari Allah SWT , diantaranya :


1. Hendaklah menghadirkan kekhusyuan dan kekhidmatan di dalam hati dan membuang jauh-jauh segala penyakit hati, serta meninggalkan segala hal yang haram.
2. Hendaklah memulainya dengan memberi salam kepada Rasulullah SAW (Membaca Shalawat) dan memuji kepada Allah SWT kemudian meminta apa yang diinginkan.
3. Hendaklah sebaiknya menghadap kiblat, sebagaimana ketika melakukan shalat dan mengangkat kedua tangan.
4. Mengulang setiap do'a yang diminta sebanyak 3 kali dan jangan tergesa-gesa dalam berdo'a.
5. Hendaklah berdo'a dengan suara yang pelan dan tidak berlebih-lebihan dalam melakukannya.
6. Hendaklah berdo'a dengan do'a yang sering dilakukan oleh Rasulullah SAW.
7. Hendaklah berdo'a dimulai untuk dirinya, keluarganya.
8. Mengusap wajah dengan kedua tangan setiap selesai berdo'a.

Berdo'a saat mustajab :
a. Sepertiga malam, antara azan dan iqamat, selesai shalat fardhu, menjelang berbuka puasa, pada bulan ramadhan dan hari arafah, pada saat sujud (akhir shalat) dan ketika turun hujan.
b. Do'a orang tua terhadap anaknya, orang yang berpuasa, orang yang musafir, orang yang berjuang fisabilillah, orang yang terzhalimi dan teraniaya, orang shaleh yang mendo'akan saudaranya sesama muslim tanpa diketahuinya, orang yang hafal al qur'an dan pemimpin yang adil.
c. Tempat yang mustajab yaitu antara pintu Ka'bah dan rukun yamany, antara rumah Rasul dengan mimbarnya, Mesjidil Haram, Mesjid Nabawi, Mesjid al Aqsha dan tempat yang suci dan bersih.

Firman Allah SWT :
"Berdo'alah kepada Tuhanmu dengan merendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas (dalam berdo'a)." (QS. Al A'raf : 55)

"Dan Allah SWT berfirman : Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (berdo'a kepada-Ku) akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina," (QS. Al Mu'min : 60)

Dari Abu Sa'id ra bahwasanya Nabi Muhammad SAW bersabda," Tidak ada seorang Muslim yang berdo'a kepada Allah SWT, dan tidak melakukan dosa atau memutuskan silahturahmi, kecuali Allah SWT akan memberikannya dengan salah satu dari tiga hal yaitu : Mengabulkan do'anya, atau menjauhkannya dari segala kejahatan (atas do'anya tersebut), atau menyimpannya sebagai pahala kebajikan atas do'anya tersebut." (HR Ahmad)

Dari Salman al Farisy ra berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada yang dapat merubah Qadha (Ketentuan Allah SWT), kecuali dengan do'a dan tidak akan bertambah umur (seseorang) kecuali dengan kebaikan." (HR Tirmidzi)

Jangan Bersedih, Surat Kasih Sayang dari Allah

Wahai hamba-Ku.

Saat engkau bangun pagi hari, Aku memandangmu dan berharap engkau akan menyapa-Ku walaupun hanya sepatah kata (doa bangun tidur dan melaksanakan sholat shubuh) atau bersyukur kepada-Ku atas sesuatu hal yang indah yang terjadi dalam hidupmu hari kemarin, tetapi Aku melihat engkau begitu sibuk untuk mempersiapkan diri pergi beraktivitas.

Aku kembali menanti saat engkau pergi (doa keluar rumah). Aku berpikir engkau akan berbicara kepada-Ku tetapi engkau malah terus pergi tanpa ucapan sepatahpun yang keluar dari mulutmu. Aku tetap setia kepadamu menanti dan sabar menunggumu untuk mengingat kepada-Ku (selama beraktifitas tetap berzikir). Pada saat istirahat makan siang, Aku melihatmu mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepada-Ku dan engkau memandang kepada teman-temanmu yang beberapa temanmu berbicara dan menyebut nama-Ku dengan lembut sebelum menyantap rezeki yang telah Ku-berikan (doa makan) tetapi engkau tidak melakukannya. Masih ada waktu untuk berbicara kepada-Ku meskipun engkau masih banyak pekerjaan yang belum diselesaikan (Sholat Dzuhur).

Setelah engkau menyelesaikan tugas, engkau pulang tanpa menyapa kepada-Ku (Sholat Ashar). Sampai di rumah engkau merebah menghilangkan keletihan sepanjang hari beraktivitas sambil menyalakan TV kesukaanmu dan menikmati acara yang tampilkan, engkau terlena dengan segala acara TV yang disajikan itu sampai waktu maghrib (Sholat Magrib). Aku terus memandangmu menanti ucapan darimu tetapi engkau malah tidur sampai larut malam dan bangun kembali pada pagi harinya (Shalat Isya dan Sholat Tahajud).

Aku sangat menyayangimu, setiap hari Aku menanti dengan penuh kasih sayang bahwa hari ini engkau akan memberiku sedikit waktu untuk mengingat, menyapa dan berbicara kepada-Ku dari waktu Shubuh....Dzuhur....Ashar.....Magrib....Isya.... dan kembali lagi ke waktu subuh, kau masih juga tidak peduli dengan-Ku, tak ada sepatah katapun, tak ada seucap do'apun, tak ada rasa, tak ada ingat, tak ada harapan dan tak ada keinginan untuk bersujud kepada-Ku.

Aku telah melimpahkan rezeki kepadamu, kesehatan yang Ku-berikan, harta yang Ku-relakan, makanan yang Ku-hidangkan, Anak-anakmu yang Ku-rahmatkan. Apakah itu tidak membuatmu ingat kepada-Ku ???

Percayalah, Aku tetap sabar menanti dan menunggumu dan selalu mengasihimu dan Aku tetap berharap pada suatu saat nanti engkau akan sadar dan akan menyapa-Ku, memohon perlindungan-Ku serta berharap mendapat pertolongan dari-Ku.

Aku selalu menyertaimu, wahai hamba-Ku !

Firman Allah SWT :
"Maka ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat kepadamu dan berterima kasihlah kepada-Ku dan janganlah kamu menyangkal (nikmat-Ku). Hai orang-orang beriman, minta tolonglah kamu dengan sabar dan sembahyang. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang sabar." (QS. Al Baqarah : 152-153)

Jangan Bersedih, Bertobatlah danYakinlah Dengan Pertolongan Allah Segera Datang

Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda :

Setelah Allah SWT selesai menciptakan Jibril as dengan bentuk yang cantik, dan Allah menciptakan pula baginya 600 sayap yang panjangnya itu antara timur dan barat (ada pendapat lain menyatakan 124.000 sayap).

Setelah itu Malaikat Jibril  memandang dirinya sendiri dan berkata : "Wahai Tuhanku, adakah engkau menciptakan makhluk yang lebih baik daripada aku ?
" Lalu Allah berfirman :"Tidak" Kemudian Jibril as berdiri serta sholat dua rakaat karena syukur kepada Allah SWT dan tiap-tiap rakaat itu lamanya 20.000 tahun.

Dan setelah Jibril as selesai sholat, maka Allah SWT berfirman :"Wahai Jibril, kamu telah menyembah Aku dengan ibadah yang bersungguh-sungguh, dan tidak ada seorangpun yang menyembah kepada-Ku seperti ibadat kamu, akan tetapi di akhir zaman nanti akan datang seorang Nabi yang mulia yang paling Aku cintai, namanya Muhammad, dia mempunyai umat yang lemah dan senantiasa berdosa, sekiranya mereka itu mengerjakan sholat dua rakaat yang hanya sebentar saja, dan mereka dalam keadaan lupa serta serba kurang, pikiran mereka melayang bermacam-macam dan dosa merekapun besar juga. Maka demi Kemuliaan-Ku dan Ketinggian-Ku, sesungguhnya sholat mereka itu Aku lebih sukai daripada sholatmu itu karena mereka mengerjakan sholat atas perintah-Ku sedangkan kamu mengerjakan sholat bukan atas perintah-Ku."

Kemudian Malaikat Jibril berkata : " Ya Tuhanku, apakah yang Engkau hadiahkan kepada mereka sebagai imbalan ibadat mereka ? "

Lalu Allah SWT berfirman : "Ya Jibril, akan Aku berikan surga Ma'waa sebagai tempat tinggal."

Kemudian Malaikat Jibril meminta izin kepada Allah SWT untuk melihat surga Ma'waa. Setelah Malaikat Jibril mendapat izin dari Allah SWT maka pergilah Malaikat Jibril  dengan mengembangkan sayapnya dan terbang, setiap dia mengembangkan dua sayapnya dia menempuh jarak perjalanan 3.000 tahun, terbanglah malaikat Jibril as selama 300 tahun sehingga ia merasa letih dan lemah. Dan akhirnya dia turun singgah dan berteduh di bawah bayangan sebuah pohon lalu dia bersujud kepada Allah SWT dan berkata dalam sujudnya : "Ya Tuhanku apakah sudah aku menempuh jarak perjalanan setengahnya atau sepertiganya atau seperempatnya ?

" Kemudian Allah SWT berfirman, "Wahai Jibril, apabila kamu dapat terbang 3.000 tahun dan meskipun Aku memberikan kekuatan kepadamu seperti kekuatan yang engkau miliki, lalu kamu terbang seperti yang telah kamu lakukan, niscaya kamu tidak akan sampai kepada sepersepuluh dari beberapa perpuluhan yang telah Ku-berikan kepada umat Muhammad terhadap imbalan sholat dua rakaat yang mereka kerjakan."

Intisari,
Pikirkan dan renungkan, sesungguhnya Allah SWT telah menyembunyikan 6 perkara yaitu :

1. Allah SWT telah menyembunyikan Ridha-Nya dalam taat.
2. Allah SWT telah menyembunyikan Murka-Nya di dalam maksiat.
3. Allah SWT telah menyembunyikan Nama-Nya Yang Maha Agung di dalam Al-Qur'an.
4. Allah SWT telah menyembunyikan Lailatul Qadar di dalam bulan Ramadhan.
5. Allah SWT telah menyembunyikan Sholat yang paling utama di dalam sholat yang 5 waktu.
6. Allah SWT telah menyembunyikan terjadinya Hari Kiamat di dalam semua hari.


Firman Allah SWT :
"Kecuali orang-orang yang telah taubat dan memperbaiki (amalannya), serta berpegang teguh kepada Allah dan mengikhlaskan agama bagi Allah. Maka mereka itu adalah bersama orang-orang beriman. Nanti Allah akan memberi orang-orang beriman itu pahala yang besar." (QS. An Nisa' : 146)
 
Free Automatic Backlink Backlink Exchange Free Auto Backlinks Auto Backlink Gratis Indonesia : Top Link Indo backlinks referer backlinks referer Text Backlink Exchanges MIM - Free BacklinksYour-Link
,b:section class='lowerbar' id='lowerbar2' preferred='yes'/>

Followers